Membangun Generasi Qur’ani Melalui Ekskul


Berbahagialah bagi manusia yang lahir diabad modern. Abad yang penuh dinamika, serba mesin, online … Intinya banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan efektif dan efisien. Itu baiknya. Sisi buruk yang menempel pada zaman ini juga tidak sedikit. Mau ambil uang orang lain bisa dengan media internet, mau menyebarkan foto, video sekaligus download tinggal klik. Dalam hitungan detik tercapai keinginan. Dan masih banyak hal-hal buruk yang mengikuti zaman ini.

Berangkat dari sisi negatif seperti diatas, seluruh steak holder SMAN 3 Samarinda merasa berkewajiban untuk mengambil peran membangun generasi intelektual yang religious. Keduanya harus imbang. Jadi siswa dididik tidak hanya sekedar untuk memahami ilmu-ilmu eksakta, seperti matematika, ipa, ips, it dll. Lebih dari itu ustadz LPA SMA N 3 Samarinda berharap agar siswanya kelak mampu menjadi generasi yang qur’ani.

Implementasinya, alhamdullillah sudah dua periode SMA N 3 Samarinda telah mewisuda santriwan dan santriwatinya. Dalam wisuda ini Bapak Muslim, S.Ag mengharapkan agar ilmu yang sudah didapatkan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al Qur’an tidak sekedar dibaca sepert biasa, namun juga perlu dipahami melalui terjemahan dan tafsirnya.

Sambutan-Sambutan:

 Muslim, S.Ag

Sambutan Ketua Pelaksana, Muslim, S.Ag

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan dari Disdik Samarinda

Sambutan dari Disdik Samarinda

“….Alhamdullillah SMA N 3 sebagai sekolah umum mampu merintis dan mengembangkan kegiatan ekskul yang harapannya dapat membangun paradigma relligious ….”

Senada dengan Ketua Pelaksana, Kepala Sekolah Drs. Qomaruddin Djamsi juga berharap agar siswa lebih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan ekskul. Yang salah satu unggulanya adalah Lembaga Pendidikan Al Qur’an. Dengan LPA siswa SMAGA diharapkan bisa menjadi insan yang mulia, insan yang taqwa, insan yang patuh kepada guru, orang tua, dan masyarakat dilingkungannya.

Beruntung SMAGA Samarinda, LPA ini juga didukung oleh tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh Agama kota Samarinda. Ada Kadisdik, Lurah Samarinda Ulu, dan Ketua MUI Bapak KH. Zaini Na’im. Para tokoh ini mengaku cukup bangga dengan kegiatan ini, dan berharap semoga sekolah-sekolah lain di Samarinda atau di luar Samarinda juga turut mengikuti jejak ekskul LPA ini.

 
"Tokoh Agama, Pendidikan, dan Masyarakat Samarinda"

"Tokoh Agama, Pendidikan, dan Masyarakat Samarinda"

 

“….Semoga kelak lahir tokoh / pemimpin yang adil, tegas, dan religious, amin ….”

Tidak bisa dilupakan ustadz dan ustadzah yang terlibat dalam prosesi pemahaman Al Qur’an ini. Di LPA ada Ustadz Drs. H. Haeran, Muslim, S.Ag, Ustadzah Masfarida, Dra. Julina, Siti Lailin, S.Pd, dll. Semua ustadz / ustadzah berharap bahwa kegiatan ini bukan semata-mata pengalihan aktivitas siswa dari yang tadinya suka hura-hura, ‘nakal’, tidak disiplin menjadi alim. Tidak. Lebih dari itu, siswa dan alumni LPA mampu membawa diri dimasyarakat, baik masyarakat sekolah, maupun dilingkungannya. Tidak mudah tergoda dengan siswa / teman sebaya yang suka ‘dugem’ amburadul dan tidak tertata dalam management waktu keseharian sebagai siswa.

 
"Wakasis : Bapak Asan, S.Pd sedang membacakan SK Wisuda LPA ke dua"

"Wakasis : Bapak Asan, S.Pd sedang membacakan SK Wisuda LPA ke dua"

 
"Sertifikat LPA SMA Negeri 3 Samarinda yang akan dibagikan"

"Sertifikat LPA SMA Negeri 3 Samarinda yang akan dibagikan"

 
"Kepala SMA N 3 Samarinda sedang mewisuda Santri LPA"

"Kepala SMA N 3 Samarinda sedang mewisuda Santri LPA"

 
"Para Wisudawan/ ti LPA sedang beriringan bersalam-salaman"

"Para Wisudawan/ ti LPA sedang beriringan bersalam-salaman"

 
"Rehat setelah capek antri bersalaman dengan ustadz/ ustadzah"

"Rehat setelah capek antri bersalaman dengan ustadz/ ustadzah"

 
"Peserta wisuda LPA  2 sedang bertilawah"

"Peserta wisuda LPA 2 sedang bertilawah"

Wisuda ke dua ini juga dilengkapi kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tausiah, dan pembagian hadiah kegiatan keagamaan. Dengan tausiah dari KH. Zaini Naim diharapkan siswa SMAGA mampu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, sebab hidup ini hanya sebentar dan kelak akan kembali kepada sang pencipta, Allah SWT. Dan hadiah hadiah hanyalah merupakan reward (penghargaan), bukan tujuan. Semoga harapan-harapan baik ini benar-benar terwujud. Amin …

 
"Terimakasih guru semoga kami dapat menjadi insan yang taqwa"

"Terimakasih guru semoga kami dapat menjadi insan yang taqwa"

Posted on Juni 21, 2011, in Artikel, INFO and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: