Memuaskan, Hasil UN Kaltim

SAMARINDA- Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) di Kaltim mencapai 98 persen. Dari 37.812 siswa yang mengikuti ujian, hanya 475 di antaranya yang tidak lulus.

Data tersebut dirilis Dinas Pendidikan Kaltim, Sabtu (14/5), kemarin. Angka tidak lulus tertinggi berasal dari siswa SMA jurusan IPS yang mencapai 334 orang (2,58 persen). Sementara jurusan IPA, jumlah yang tidak lulus se-Kaltim hanya 39 orang atau sebesar 0,43 persen. Untuk jurusan Bahasa dan Keagamaan, dinyatakan lulus semua.

Sementara untuk SMK, dari 15.662 siswa yang mengikuti ujian, hanya 102 yang tidak lulus atau sebesar 0,65 persen. “Angka ini sangat memuaskan karena dilihat dari persentasenya, siswa yang tidak lulus sangat kecil,” ungkap Kepala Disdik Kaltim Musyahrim.

Dikatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan ketidaklulusan. Pertama, karena nilai ujian yang digabung dengan nilai ujian sekolah dan rapor tidak mencukupi. Lainnya, karena berbagai hal yang menyebabkan siswa tidak ikut ujian.

Bandingkan dengan tahun lalu. Pada 2010, jumlah yang siswa yang mengulang UN (sementara tahun ini tidak ada UN ulangan) mencapai 11.239 siswa. Itu terdiri dari 5.191 siswa jurusan IPS (38 persen), IPA 1.688 siswa (19 persen), Bahasa 24 siswa (10) persen. Sementara untuk SMK, angka mengulang UN tahun lalu 14.615 siswa (29 persen).

Sementara tahun ini, dibanding jurusan lain, ketidaklulusan siswa SMA/MA jurusan IPS adalah paling tinggi, meski hanya 2,58 persen. Menurut Musyahrim, hal tersebut dimungkinkan karena di jurusan sosial, tetap ada pelajaran yang memerlukan hitungan. “Ada pelajaran Matematika Ekonomi. Mungkin banyak yang terganjal di situ,” ulasnya.

Dilihat dari nilai yang didapat, untuk IPA, nilai tertinggi untuk mata pelajaran Matematika yaitu 9,9; Bahasa Indonesia 9,4; Fisika 9,8; dan Kimia 9,8. Sementara jurusan IPS, siswa yang memiliki nilai rata-rata 7-7,8 sebanyak 54 persen. Sementara yang mendapat nilai 4-5,49 hanya 11,4 persen. “Ini tentu membanggakan dan saya berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu keberhasilan ini,” kata Musyahrim.

Dia juga mengimbau, supaya siswa tidak berlebihan dalam merayakan kelulusan. “Tidak perlu melakukan hal-hal yang berlebihan seperti mencoret-coret baju. Alangkah baiknya, seragam disumbangkan,” pesan Kadisdik.

Salah satu daerah yang paling tinggi angka kelulusannya adalah Penajam Paser Utara. Diketahui, dari 983 peserta SMA, hanya tiga siswa dari jurusan IPS yang tidak lulus. Sementara dari 382 peserta UN SMK, lulus semua. “Tentu ini sangat menggembirakan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU Rahmad Marhad.

Dilihat dari komposisi kabupaten/kota, Kutai Barat menjadi kabupaten yang paling banyak siswanya tidak lulus. Dari SMA/MA, untuk jurusan IPA sebanyak 28 siswa, sedangkan IPS 171 siswanya tidak lulus. Total siswa yang tidak lulus di kabupaten ini sebanyak 199 siswa atau hampir setengah dari jumlah tidak lulus se-Kaltim.

Sebaliknya, Tana Tidung menjadi satu-satunya kabupaten yang lulus 100 persen siswanya. “Di kabupaten ini memang belum ada SMK-nya,” jelas Sekretaris UN Kaltim Hidayatullah. Sementara itu, yang paling sedikit tidak lulus, yakni Bulungan 3 orang, Kutim dan PPU 4 orang.(fel/zal)
Sumber : Kaltim Post

Posted on Mei 18, 2011, in INFO and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: